Masih tak sempurna dan tak akan sempurna, tapi “insyaallah” bisa menyempurnakan diri.

Kamis, 07 Juni 2012

puisi "BOSAN"



Karya: Firah_ff
bosan… bosan… dan bosan…
hanya itulah yang dapat ku ungkapan
jika dirimu dapat masuk ke pikiranku
dirimu akan melihat ruangan hampa udara, gelap dan sunyi senyap

disertai suara guntur yang saling sahut menyahut
suara jatuhnya air kepermukaan tanah
hati yang diam membisu mengikuti suasana yang datang

Akankah hari yang menyenangkan datang
dengan orang yang ku harapkan
namun tak pernah tergantikan oleh hari yang ku benci

berdoa, berharap waktu kan berlalu cepat
namun jika hari esok tlah datang
kembali berdoa, berharap agar hari ini dapat terulang

sungguh diriku bosan akan semua ini
ini bukanlah bentuk rasatak bersyukur tapi ini  hanyalah curhatan hati seorang FIRAH

Pertemuan Sebuah Awal

Karya: Firah_ff
Pagi hari di kota Renstan sungguh sejuk, seperti biasanya. Matahari terlihat tersenyum padaku, hembusan angin yang sepoi-sepoi sangat menyejukkan hatiku di temani langit biru. Aku mengarahkan pandanganku pada jam tangan warna putih yang ku kenakan. “Astaga… udah jam tujuh aku terlambat ke sekolah” Rupanya aku terhanyut oleh pagi yang cerah, langsung saja aku berlari tanpa memikirkan apapun di sekitarku.
Bruk…
Aku menabrak seorang anak yang nampaknya seumuran denganku, anak itu mengenakan rok biru berwarna kotak-kotak dan baju putih yang terdapat lambang sekolah ku “Hanmoon” di lengan kanannya. Aku membantunya untuk berdiri dan meminta maaf kepadanya. Ia langsung saja lari dan tak menanggapi permintaan maafku.
Benar saja dugaanku, aku terlambat  untuk kesekian kalinya. Seperti biasanya aku melapor pada Shela yang piket hari ini dan memulai pekerjaan memberantas sampah di halaman sekolah dengan di senjatai sapu lidi yang terlihat sudah tua.
Aku memulai pertarunganku dengan sampah, tapi aku melihat seseorang yang sepertinya tak asing di mataku “Wah… bukankah itu anak yang aku tabrak tadi” gumamku. Aku langsung saja menghampiri anak yang senasip membersihkan sampah sepertiku.
“Hai… kenalkan namaku Flo, maaf yah… tadi pagi aku menabrakmu” ucapku ramah, sambil menjulurkan tangan. Anak itu membalas perkataanku dengan seyuman yang manis, tiba-tiba saja angin berhembus lembut dan mengayun-ayunkan rambut ikal anaknya.
“Aku Lenata, salam kenal Flo” Anak itu membalas menjulurkan tanganku dan bersalaman tanda tuk memulai pertemanan. Lenata teman yang baik, baru saja kami berkenalan aku sudah akrab dengannya.

kring…. kring… kring…
Bel masuk tlah berbunyi. Lenata langsung saja pergi ke ruang kepala sekolah, setelah aku memberi tahukan di mana ruangan kepala sekolah. Aku ingin mengantarnya tapi aku di tugasi guru olahragaku Mr. David untuk mengembalikan sapu-sapu ini.
Setelah  aku mengembalikan sapu ke gudang segera ku mencuci tangan dan pergi ke kelas.  
“syukurlah aku bisa beristirahat sebentar” gumamku sambil menyandarkan badan lelah ini ke bangku dan tiba-tiba…
“Woi… “Teriak sahabatku Alvin yang sepontan mengangetkanku, hampir saja aku terjatuh dari bangku.
“Ada apa, ngak lihat nih aku sedang bersantai” Ujarku agak kesal
“Iya… iya… maaf deh, habisnya serius banget nyantenya. Makanya ekor kuda jangan terlambat mulu datang ke sekolah” Alvin sok menasehatiku dengan seribu nasehatnya yang akan masuk ke telinga kananku dan ke luar ke telinga kiriku di tambah lagi mengejekku ekor kuda Karena memang rambutku seperti ekor kuda, namun aku tak pernah tersinggung akan ucapannya karena aku juga sering mengejeknya empat mata, tentu karena ia memakai kaca mata.
“Flo kamu tahu ngak hari ini kabarnya ada anak baru yang masuk ke kelas kita…” belum selesai Alvin memberiku gosip hari ini. Seperti biasanya. Tito berlari ke kelas sambil berteriak .
“Ms. Susan datang… Ms. Susan datang” Langsung saja semua murid di kelasku berlari tergesa-gesa ke bangku masing-masing. Tak terkecuali Alvin yang duduk di belakang bangku ku.
Hari ini Ms. Susan datang ke kelas kami tidak seperti biasanya, ia di temani seorang siswa. Benar saja itu siswa baru yang di ceritakan oleh Alvin, wah… terkejutnya aku melihat bahwa siswa baru itu adalah Lenata.
“Perkenalkan namaku Lenata, aku siswa pindahan dari luar kota. Salam kenal teman-teman” lagi, Lenata memberikan senyum manisnya pada kami sekelas tanda ia memberitahukan pada kami bahwa ia sosok yang ramah. Lenata menuju bangku yang akan ia gunakan. Hanya bangku di sebelahku yang belum terisi. Ms. Susan langsung saja menyuruh Lenata duduk di sampingku.
“Baiklah anak-anak siapkan buku mate-matika kalian dan buka halaman 45 coba kalian kerjakan soal nomor satu sampai lima“ Ujar Mis. Susan sambil membuka buku absen kelas kami.
“Hai… Len aku Alvin salam kenal” ujar Alvin agak pelan sambil memegang pundak Lenata.
“Iya salam kenal juga Vin” Lenata membalas perkenalan Alvin dengan ramah sambil menengok kearah Alvin.
            Sudah dua hari Lenata bersekolah di sekolah ku, tapi hari ini bangku di sebelah ku kosong. Dimana Lenata?. Ms. Susan memulai mengajar. ia membuka absen sambil memperbaiki kaca matanya. Satu-persatu nama siswa di panggil. Ketika nama Lenata dipanggil.
            “Lenata sakit miss ini suratnya” Ucap Alvin sambil mengacungkan tangan dan berjalan kearah Ms. Susan.
Aku terkejut lenata sakit, Alvin menyerahkan surat Lenata pada Ms. Susan dan ia berjalan kebangkunya. Belum saja Alvin duduk di bangkunya aku langsung bertanya mengenai keadaan lenata dan bagaimana bisa surat Lenata ada pada Alvin.
“Ibuku memberikannya tadi pagi, katanya sih tadi pagi ada ibunya Lenata yang datang ke rumahku dan menitipkan surat itu padaku. Oia… Flo ternyata rumah hantu yang ku ceritakan kemarin adalah rumah Lenata.” Alvin menjelaskan semuanya padaku sambil membuka bukunya.
 Aku dan Alvin keheranan dengan Lenata, kami berfikir itukan rumah yang di kenal rumah hantu di kota berg kenapa ada yang mau tinggal di sana. Walaupun Lenata memang anak yang baik dan ramah tapi ia tak pernah bercerita banyak tentangnya, di mana ia tinggal dan dari mana ia tinggal sebelum di kota berg. Muncullah sikap keingin tahuan aku dan Alvin mengenai Lenata, sejak aku dan Alvin bersahabat 6 tahun lalu kami menyukai satu hal yang sama, yaitu misteri. Akhirnya kami berdua memutuskan untuk menjenguk dan mengetahui lebih banyak tentang Lenata, sore ini sepulang sekolah aku dan Alvin akan pergi ke rumah Lenata.
“Lenata… Lenata… “ Ucap Alvin dengan suara yang cukup nyaring sambilku mencoba mengetuk pintu rumah Lenata yang terlihat sudah berumur dan tak terawat.
“Flo, gimana nih sepertinya rumah Lenata kosong deh. Kita pulang ajah, yuk” Semangat Alvin mulai luntur karena tak ada juga orang yang menanggapi kedatangan kami berdua, tapi tiba-tiba pintu rumah terbuka dan keluar seorang wanita cantik dan sangat mirip dengan Lenata
“sepertinya ibu Lenata itu ibunya Lenata” bisik Alvin ke padaku dengan suara yang begitu pelan.
“Kalian teman-teman Lenata, yah. Silakan masuk Lenata ada di kamarnya” ucap wanita itu dengan ramah dan mengantarkan kami ke kamar Lenata. Aku dan Alvin takjub melihat di dalam rumah Lenata. Kami seakan berada di dalam mimpi, di luar rumah Lenata dan di dalam sangatlah berbeda 180°. semua benda-benda di dalam rumah tersusun rapi dan sangatlah mewah, sungguh rumah ini seakan tak terlihat sebagai rumah hantu. Aku melihat ke segala arah di rumah ini, tapi tiba-tiba …
Bruk…
Aku menjatuhkan buku yang tersusun rapi di atas meja dan dengan sekejap buku itu kembali ketempatnya dan merapikan diri sendiri “apakah ini sihir?” Ucap ku dalam hati. Aku dan Alvin hanya menyimpan keanehan dan semua hal yang menimbulkan seribu pertanyaan ini di dalam benak masing-masing. Tibalah kami ke kamar Lenata yang berada di dekat tangga lantai dua. “Tok… tok… tok…”Ibu Lenata mengetuk pintu kamar yang terpajang nama Lenata di depan pintu.
“Len… ini teman kamu ada di sini, buka pintunya” Ibu Lenata memanggil Lenata dengan lembutnya, tidak lama kemudian pintu kamar terbuka. Terlihat Lenata yang diselimuti selimut dengan hidungnya yang merah.
“Wah… Flo, Alvin ayo, masuk kita ngobrol di dalam kamarku” Lenata mengizinkan aku dan Alvin untuk masuk ke kamarnya yang begitu besar dengan, telivisi dan computer yang mewah.
“Len… ibu ke bawah dulu yah… ambil minuman untuk kalian” ucap ibu Lenata dengan senyumannya yang mirip dengan Lenata dan pergi sambil menutup pintu kamar Lenata.
kami bertiga duduk di beranda kamar Lenata pemandangannya begitu indah dengan pohon di pekarangan depan rumah Lenata. Awalnya aku agak bingung dan janggung untuk menyapa dan bertanya sesuatu pada Lenata karena kejadian tadi. Tapi Lenata memulai percakapan dengan…
“Bertanyalah, apa yang ingin kalian tanyakan padaku” Lenata mengucapkan kalimat itu dengan ramah sambil berdiri dan berjalan kearah pagar beranda.
“Ehm… Len, apa rumah kamu mempunyai kekuatan sihir?” Ucap Alvin agak ragu.
“Teman-teman sebenarnya aku dan keluargaku adalah penyihir, dan aku berasal dari dunia penyihir. Aku dan keluargaku datang ke bumi karena ingin mengalahkan Danstrom. Danstrom adalah penyihir jahat yang ingin menguasai dunia kalian, juga dunia penyihir. Di dalam tubuhku ini terdapat sebuah berlian fatula, berlian ini mempunyai kekuatan untuk meningkatkan ilmu seorang penyihir agar dapat menguasai seluruh jagat raya, itu sebabnya aku sering sakit seperti ini” Lenata menjelaskan semua hal yang sebenarnya tak boleh di ceritakan oleh manusia seperti aku dan Alvin.
“Len… apa kamu bercanda?” tanyaku dengan sikap yang ingin menghancurkan keadaan yang begitu formal ini.
Lenata mengangkat tangannya dan tiba-tiba saja, vas bunga yang ada di atas meja melayang-layang di udara. “Gimana kalian percaya aku penyihir, sebenarnya hal ini tak boleh di ceritakan oleh manusia. Tapi aku merasa kalian adalah orang yang baik dan baik pula menjadi sahabatku”. Ucap Lenata sambil menurunkan vas bunga itu dan kembali duduk.
Dengan spontan Alvin mengatakan
“Oke, baiklah selamat Len… kamu resmi menjadi sahabat kami” Sambil menjulurkan tangannya. Selang beberapa detik kemudian Lenata membalas juluran tangan Alvin lalu bersalaman. Akhirnya situasi formalpun mencair dengan ditandai tawa ku dan Lenata yang kegelian akan sikap Alvin yang konyol.
Terdengar suara pintu terbuka, ternyata ibu Lenata datang dengan membawakan tiga gelas jus jeruk dan sepiring kue kering di atas sebuah nampan.
“Wah… sepertinya kalian lagi ngobrol asyik. Ini ibu bawakan sedikit snack untuk kalian” Sambil menyimpan makanan di atas meja.
“Iya… bu trima kasih yah… kenalkan ini temanku Alvin dan Flo. Mereka teman sekelasku bu” Ucap Lenata sambil mengarahkan tangannya ke Alvin dan Flo untuk mengenalkan mereka pada ibunya.
“Ibu turun dulu, masih ada kue yang belum di turunin ke oven” Ucap ibu Lenata.
Hari itupun aku dan Alvin mempunyai sahabat baru yang special. Dan kami juga menambahkan janji di benak masing-masing mengenai indentitas Lenata yang sebenarnya, agar tak menceritakan ini dengan siapa-siapa. Sungguh hari yang Seru !

Sejarah Doraemon ^o^


Doraemon adalah sebuah robot Kucing yang dibuat pada tanggal 3 September 2112 di sebuah pabrik yang tidak jauh dari Tokyo. Produksi massal berbagai macam tipe robot terjadi pada abad ke-22.
Karena sebuah kecelakaan dalam proses produksi, mengakibatkan ketidaksempurnaan Doraemon. Doraemon kurang 1 sekrup dibanding robot kucing lainnya sehingga Doraemon menjadi barang kelas dua.
Walau Doraemon tidak begitu baik dalam study-nya. Robot ini lalu dikirim ke Akademi Robot untuk dilatih sebagai robot rumah tangga.
Dalam setiap ujiannya, Doraemon selalu mendapatkan nilai yang buruk (Perhatikan angka 0 pada kertas ujiannya) Namun pada akhirnya Doraemon bisa lulus juga.
Akibatnya, Doraemon dilelang dan ditawar oleh sebuah keluarga miskin. Dia harus bekerja sebagai babysitter dan menjadi pengasuh dari keturunan Nobita.
Pada suatu hari, saat Doraemon sedang asik tidur siang, sebuah robot tikus menggigit kedua daun telinganya. (Catatan: Sumber lain mengatakan bahwa robot tikus tersebut merupakan milik Sewashi, cicitnya Nobita). Sejak saat itu Doraemon trauma sehingga jadi takut sama tikus.
Kejadian ini membuat Doraemon sangat sedih dan menangis selama 10 hari.
Doraemon menangis…. dan terus menangis…
Karena terus menangis, air mata Doraemon membuat warna asli Doraemon yang kuning terang menjadi luntur… Air matanya menghapus warna tubuhnya… Sehingga jadi biru seperti yang kita tahu sekarang.

Rabu, 06 Juni 2012

Sebuah Awal

Awal seseorang tuk mengenal kehidupan, pastilah berbeda dengan banyak ragam warna, namun satu hal yang sama bahwa seseorang yang akan mengenal dunia akan merasakan peristiwa yang ia tak menyangka. 

Pertemuan adalah salah satu hal yang dapat memulai suatu hal. Jika bertemu seseorang dan mengenalnya maka orang tersebut akan menjadi bagian hidup kita baik itu sahabat, teman, musuh, keluarga, kerabat ataupun orang yang mengisi kekosongan hati. Tapi satu hal yang ku ketahui, yaitu sebuah awal menentukan masa depan, dalam hal ini pun terkait dengan apa yang kita lakuin pada orang-orang yang ada di hidup kita dan juga dalam mengambil suatu keputusan. Bagi seorang pelajar banyak hal yang akan kita putuskan, putuskan menjadi pelajar yang tak membolos, pelajar yang senang mengerjakan PR, pelajar yang sopan dengan karakter good, pelajar yang sedih ketika waktu pelajaran selesai, pelajar yang selalu mengukir namanya dengan tinta mas, ataupun pelajar yang mempunyai sikap yang berbanding terbalik dengan perkataanku tadi. Dan satu hal lagi aku ingatkan bahwa sebuah Awal yang kamu lakuin sekarang akan kamu peroleh buahnya di masa depan, aku juga kadang memilih keputusan yang sangat ceroboh yang menuai penyesalan di keesokan harinya, tapi percayalah kalau kamu dapat memilih sebuah awal yang baik pasti ditemani dengan hati tulus, tanpa kebencian dan dengan berdoa pada tuhan.
 “Renungi dengan baik sebuah awal yang akan kamu tempuh”




Kamis, 12 April 2012

surat untuk sahabat

Insya allah surat ini akan ku berikan dengan sahabatku indah beserta kenag-kenagan saat perpisahan sekolah kelas 9 smp. semoga ia menanggapi suratku sesuai apa yang aku inginkan AMIN...

Dear INDAH,
Dasar kamu itu egois walaupun aku juga egois,sih
Aku ingin kita berteman lagi tapi di smsmu mengatakan malas menanggapiku jadi aku juga malas menaggapimu dan aku mau meminta maaf untuk terakhir kalinya, maafkan aku jika selalu membandingkanmu dengan masa laluku dan tak mengerti perasaan mu sahabat. Awalnya aku ingin kita kembali menjadi sahabat tapi dengan sikapmu yang seperti itu dan aku melihat kamu lebih akrab dengan zakinah *terseralah*.  Aku tak ingin pergi mencari jati diri dengan adanya kebencian di masa lalu. yah… sepertinya kita tak akan bertemu lagi walaupun aku sangat senang bersahabat denganmu dua tahun ini juga bersama zakina, nunu, dan devi. oiah… satu hal lagi semua orang yang pernah membuatku tersenyum berarti untukku termasuk sahabat yang sedang membaca surat ini aku berharap kamu juga seperti itu. Terima kasih karena kalian sudah mengisi kenangan masa SMPku dengan canda tawa semoga kita dapat mencari jati diri yang baik agar dapat memperoleh masa depan yang baik pula.AMIN….



FIRAH

Jadwal UN dan Pengumuman Lulus UN 2012

 Dengan selesainya kontroversi mengenai UN, Ujian Nasional (Unas) Tahun Pelajaran 2011/2012 telah dijadwalkan untuk dilaksanakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh memastikan pemerintah tetap akan melaksanakan ujian nasional yang dijadwalkan berlangsung pada April 2012.
Menurut Mendikbud, ada empat kunci pelaksanaan UN yang baik atau kredibel.
* Pertama, dijamin keamanan dan kerahasiaannya. Karena jika berkasnya bocor, maka kredibilitas UN itu sudah berkurang, bahkan hilang.
* Kedua, dari sisi ketepatan distribusi, harus tepat waktu, tepat jumlah, dan tepat bahan yang mau diuji.
* Ketiga, pada hari pelaksanaan harus dijamin kelancarannya. Jangan sampai soal sudah ada semua tapi soal ujian yang dibagikan salah. “Kalau seandainya terjadi kesalahan, maka harus disiapkan satu sistem yang mampu mengantisipasi kesalahan tersebut,” katanya.
* Keempat, dalam sistem evaluasi harus dipastikan agar nilai rapor bisa menjamin bahwa nilai itu mencerminkan kemampuan sang anak. “Nilai rapor jangan mencekungkan atau mencembungkan nilai anak yang sebenarnya,” kata Menteri Nuh.
Kriteria Kelulusan
Menteri Nuh menegaskan, bahwa ujian nasional bukanlah penentu kelulusan. Kelulusan ditentukan satuan pendidikan. Namun, satuan pendidikan menentukan kelulusan berdasarkan, tuntas kegiatan belajar mengajar, akhlak yang baik, dan ujian nasional.
Jadwal UN 2012 (Utama)
* SMA/MA: 16-19 April 2012
* SMP/MTs dan SMPLB : 23-26 April 2012
* SD/MI/SDLB UN : 7-9 Mei 2012
Jadwal UN 2012 (Susulan)
* SMA/MA : 23-26 April.
* SMP/MTs dan SMPLB:30- 4 Mei 2012.
* SD/MI/SDLB : 14-16 Mei 2012.
Jadwal Pengumuman UN 2012
* SMA/MA dan SMK : 24 Mei 2012.
* SMP/MTs, SMPLB dan SMALB: 2 Juni 2012.
* Tingkat SD, menjadi kewenangan setiap provinsi.
Sumber : http://www.kemdiknas.go.id/kemdiknas/berita/138

Rabu, 11 April 2012

puisi *suara hati menangis*


SUARA HATI MENANGIS
 Karya: Firah_ff
 
Deringan jam sekolah tlah berbunyi
Akhirnya perasaan berkecamuk tlah hilang
Namun, aku menyadari bahwa esok perasaan ini kan datang kembali

Disini ku bagaikan patung yang  tak terlihat
Aku menyadari ini karena keegoisanku
Tapi aku dapat bernafas lega karena
aku tak menjadi manusia tak berarti seperti mereka

Entahlah, mungkin manusia tak berarti dapat menimpaku juga
Tapi apakah jalan yang ku tempuh sekarang
adalah jalan yang baik?

Orang-orang yang kuanggap baik dan dapat menemaniku di kala sedih nan senang
tlah berubah menjadi orang yang dapat membuat hati ini berkecamuk.

AaAAAA…
Apa, kenapa hati ku berkecamuk ?
mengharapkan teman yang dapat menemaniku menggapai bintang
terseret ombak bahkan diriku tak dapat menolongnya

Maaf.. maafkan aku teman
dirimu tlah pergi
engkau hanya masa lalu
namun aku tak akan pernah melupakanmu

Akupun hanya dapat duduk di taman indah namun sepi  
dengan suara hati yang merindukan canda tawa
dalam kebersamaan yang hangat
antara kau dan aku teman.